Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Menikmati Manisnya Bisnis Cupcake di Indonesia

Menikmati Manisnya Bisnis Cupcake di Indonesia

Cupcake atau kadang juga disebut sebagai Muffin adalah kue berukuran cup (cangkir / mangkuk kecil) dan biasanya menggunakan alas kertas atau dibentuk dengan cetakan aluminium dan biasanya ditambahkan topping seperti sebuah kue tart atau sebagainya. Cupcake merupakan kue yang dibuat untuk ukuran 1 porsi secara tradisional dijual dalam plastik seperti kue bolu, namun dengan semakin meningkatnya peminat kue mungil ini, telah berdiri kafe-kafe yang menyajikan cupkake sebagai menu andalan mereka.

Sejarah singkat cupcake dimulai pada tahun 1796 dari sebuah resep kue yang ditulis Amelia Simmons dalam American Cookery dengan judul "a light cake to bake in small cups" dan kemudian resep tersebut semakin dikembangkan oleh Eliza Leslie pada tahun 1828. Pada awal abad ke - 19 kue tersebut mulai disebut sebagai cupcake karena memang pada saat itu orang benar-benar membuatnya menggunakan cangkir teh (teacup). Seiring berkembangnya zaman kini telah tersedia cetakan cupcake dari aluminium ataupun kertas. Dalam proses pembuatan cupcake pun dapat dilakukan menggunakan oven atau kukus. Cara penyajian cupcake semakin beragam, dengan berbagai rasa dan ciri khas pembuatnya. Beberapa resep cupcake yang terkenal adalah red velvet dan Nutella.

ibisnisnews akan membagian sebuah resep cupcake dengan topping Nutella berikut ini untuk Anda coba.

Bahan Pembuatan Cupcake Nutella:

  1. 3 butir telur ayam
  2. 100 gr gula pasir
  3. 1/2 sendok teh cake emulsifier
  4. 75 gr tepung terigu
  5. 12 sendok teh susu bubuk
  6. 1/2 sendok teh baking powder
  7. 100 gr margarin cair
  8. 75 gr coklat batang


Cara Membuat Cupcake:

  1. Kocok telur, gula dan cake emulsifier menjadi satu hingga mengembang dan berwarna putih.
  2. Sedikit demi sedikit tambahkan tepung terigu, susu bubuk dan 1/2 sendok teh baking powder dengan cara diayak agar adonan tidak menggumpal dan Aduk hingga adonannya merata.
  3. Lalu, sedikit demi sedikit masukkan coklat batang yang sudah dilelehkan dan mentega cair sambil terus diaduk agar merata.
  4. Panaskan oven dalam suhu 170 C atau dandang hingga cukup panas. Lalu siapkan cetakan muffin yang sudah diolesi mentega atau dilapisi paper cup.
  5. Tuang adonan dalam cetakan hingga 3/4 penuh Dan kukus selama 15 - 30 menit. Setelah matang, dinginkan kue sebelum Anda tambahkan Topping.

Membuat topping Pada Cupcake:

Bahan yang diperlukan untuk membuat topping antara lain:

  1. 120 gr margarin, dalam suhu ruangan
  2. 240 gr Nutella
  3. 100 gr gula halus
  4. 1 - 2 sdm susu cair

Untuk membuatnya cukup kocok margarin cair hingga teksturnya lembut lalu tambahkan Nutella dan kocok hingga rata. Tambahkan gula halus dengan perlahan dan aduk hingga cukup tercampur dengan baik lalu tambahkan satu sendok susu cair dan aduk kembali hingga merata. Untuk mengatur kekentalan cream, Anda dapat menambahkan susu sesuai selera.

Dalam resep dasar tersebut dapat rekan-rekan ibisnisnews kembangkan menjadi resep yang unik dan menjadi ciri khas Anda. Selain Red Velvet dan Nutella, cupcake memiliki berbagai tema unik yang dapat Anda temukan dalam pencarian Google.

Saat ini harga sebuah cupcake berkisar Rp. 5.000,- hingga puluhan ribu bergantung pada kualitas dan kreativitas yang Anda sajikan. Jika Anda telah memiliki sebuah kafe, menu ini dapat Anda tambahkan sebagai menu desert. Namun jika Anda baru memulainya, maka utamakan cita rasa dan buat kemasan yang menarik dengan ciri khas Anda agar cupcake Anda dikenali dan terlihat lebih profesional. Anda dapat mempromosikan cupcake buatan Anda dalam grup Jual-Beli Facebook atau dengan mengupload hasil kreativitas Anda pada akun Instagram agar semakin banyak orang yang tertarik.


Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel