Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Cara Membangun Relasi Bisnis Saling Menguntungkan

Sebagai makhluk sosial, menjalin relasi merupakan hal penting begitu juga dalam keperluan bisnis. Manusia yang hidup di zaman modern seperti saat ini, menjalankan bisnis menjadi pilihan terbaik agar dapat bersaing di jaman global yang penuh persaingan. Bagaikan kompetisi yang tak berujung, persaingan dalam dunia bisnis ini kian ketat dan semakin mempersempit gerak bagi para pemula bisnis. Yang paling diuntungkan adalah mereka yang lebih dulu terjun dalam dunia bisnis ini, seakan tidak menyisakan celah bagi mereka yang baru pertama kali terjun mencoba menjalankan bisnisnya.

Bagi pemula bisnis seharusnya dapat mengambil contoh dari para senior yang lebih dulu mendalami bisnis, salah satu strategi yang dilakukan pebisnis jaman dulu dan terbukti sangat ampuh untuk tetap mempertahankan bisnisnya hingga saat ini dan semakin membuat kondisi bisnisnya meningkat adalah dengan menjalin relasi bisnis yang baik. Strategi ini merupakan sebuah hal yang wajar di lakukan oleh para pebisnis namun tidak semua pebisnis mampu dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan rekan-rekan bisnis mereka. Tentunya dengan menjalin sebuah hubungan yang baik dengan relasi bisnis akan membawa nilai positif dalam kemajuan bisnis yang Anda jalankan.

Dengan memiliki relasi bisnis yang kuat, bisnis yang Anda jalankan pastinya akan memiliki jaringan lebih luas. Sangat di sayangkan jika Anda menjalankan bisnis namun tidak memiliki relasi bisnis yang kuat, umumnya hal yang demikian lazim terjadi pada pemula bisnis. Beruntungnya Anda jika menemukan artikel ini yang mengulas tentang menjalin relasi bisnis yang menguntungkan bagi pemula. Karena akan ada beberapa hal yang bisa dikatakan penting untuk memiliki relasi bisnis yang kuat dan sama-sama menguntungkan bagi pihak pihak yang bersangkutan di dalamnya. 

5 poin berikut dapat membantu Anda membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan:

1. Membuat Kesan Pertama

Kesan pertama merupakan hal yang sangat penting untuk menarik perhatian lawan bicara Anda. Membuat kesan pertama dengan menunjukan hal-hal positif merupakan kewajiban, tetapi jangan ubah jati diri Anda hanya untuk menarik perhatian lawan. Sebaiknya Anda menunjukan jati diri Anda sejak semula untuk melihat kecocokan antara Anda dan calon relasi Anda. Berusaha menjadi orang lain hanya akan mempersulit Anda dan dapat menghilangkan kepercayaan relasi Anda di kemudian hari.

2. Ramah dan Terbuka

Semua orang menyukai sikap ramah, cobalah untuk terlihat selalu tenang meski kesan pertama yang Anda dapatkan kurang menyenangkan. Berikan tanggapan pada setiap pertanyaan atau pernyataan dari lawan Anda. Cobalah untuk terbuka, dengan menceritakan hal-hal yang sekiranya perlu diketahui oleh rekan Anda. Anda tidak harus menceritakan segalanya secara detail, tetapi dengan memberikan gambaran luas tentang prospek Anda dimasa depan, tentu dapat menarik minat rekan Anda untuk mau terlibat lebih dalam.

3. Menjaga Kepercayaan

Hal ke tiga yang patut Anda pertahankan dalam menjalin relasi bisnis adalah dengan menjaga kepercayaan rekan Anda. Kepercayaan tidak mudah didapatkan kembali ketika Anda pernah mengingkarinya. Untuk menjaga kepercayaan, Anda hanya perlu bersifat apa adanya. Memberikan gambaran mimpi Anda mengenai perkembangan bisnis dimasa mendatang merupakan hal yang bagus, namun jangan pernah menjanjikan hal yang tidak mungkin Anda tepati. Ketika Anda merasa tidak dapat menepati janji Anda, coba untuk segera memperbaikinya, tunjukan bahwa Anda benar-benar orang yang bertanggung jawab.

4. Bersedia Mendengar

Semua orang suka berbicara, semua orang suka didengarkan. Kata-kata bisa menjadi pedang bermata dua, dengan kata-kata Anda dapat mengarahkan pandangan lawan, namun bagi sebagian orang terutama mereka yang sudah banyak berpengalaman, kata-kata yang dikeluarkan bisa menjadi alat yang tepat untuk menyerang pembicara kembali. Perbanyak mendengar dengan seksama dan meneliti setiap kata yang diucapkan rekan Anda, Anda dapat belajar lebih banyak dengan mendengar bukan dengan berbicara.

5. Jangan Membawa Urusan Pribadi

Bersifat simpatik memang patut dilakukan untuk menjalin relasi dalam bisnis maupun kehidupan sosial. Tapi, tidak semua orang memiliki kehidupan pribadi yang manis, sekalipun bagi orang-orang yang Anda anggap telah sukses dan bahagia. Menyinggung masalah pribadi bisa menjadi bencana yang tidak Anda duga. Seseorang dapat berubah sikap seketika saat Anda ikut campur dalam urusan pribadinya. Namun ketika suatu saat relasi Anda mau menceritakan urusan pribadinya seperti tentang keluarga atau hubungan asmara maka dapat dipastikan bahwa ia telah benar-benar mempercayai Anda. Pastikan agar Anda tidak merusak kepercayaan itu.

Itulah lima cara dalam membangun relasi bisnis yang baik dan saling menguntungkan kedua pihak. Tunjukan nilai positif yang Anda miliki, namun tetap dengan saling menghargai pendapat masing-masing. Jika ada perbedaan dalam mengemukakan pendapat, sebaiknya untuk berdiskusi dan mencari jalan tengah.

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel