Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Usaha Sampingan Di Rumah Tape Ketan Hitam

Ada cukup banyak macam-macam produk usaha sampingan yang dapat dilakukan di rumah untuk dijual menjadi produk bernilai jual tinggi. Salah satu bisnis rumahan tersebut adalah bisnis kuliner berupa Tape Ketan Hitam. Tape memang cukup populer bagi masyarakat jawa saat acara-acara adat atau keagamaan. Terutama untuk Tape Ketan bagi masyarakat jawa karena Ketan menjadi simbol keakraban dalam masyarakat. Selain Tape Ketan, ada juga Tape Beras dan Tape Singkong. Dari segi manfaat, Tape Ketan dikenal memiliki anti-oksidan tinggi dan cukup baik bagi sistem pencernaan.

Cara pengolahan Tape Ketan Hitam untuk usaha sampingan di rumah.

Bahan:

- Ketan Hitam (1 Kg)
- Ragi Tape (2 butir)
- Gula Halus (2 Sdm)

Cara Membuat:

  1. Cuci ketan hitam menggunakan air bersih lalu rendam selama satu malam (12 Jam) agar ketan menjadi lebih lunak saat diolah.
  2. Tiriskan dan bilas kembali ketan untuk selanjutnya di kukus hingga matang atau kurang lebih selama 30 Menit
  3. Ambil tampah atau wadah yang lebar dan beri lapisan daun pisang atau plastik bersih lalu ratakan ketan hitam yang telah dikukus dan dinginkan.
  4. Setelah ketan dingin, haluskan ragi tape yang telah dipersiapkan lalu taburkan merata pada ketan hitam. Anda dapat menggunakan saringan teh untuk menaburkannya agar lebih merata.
  5. Untuk menambah rasa manis, Anda juga bisa menaburkan gula halus setelah ragi.
  6. Siapkan wadah bersih dan dapat ditutup rapat seperti toples, Anda dapat menambahkan beberapa lembar daun pisang untuk melapisi bagian dalam toples.
  7. Masukan olahan ketan dalam toples dan tunggu hingga 2-4 hari, jangan membuka toples selama masa fermentasi agar proses pematangan tidak terganggu.


Dalam membuat Tape pastikan bahwa setiap wadah dan air yang digunakan benar-benar bersih. Karena dalam proses fermentasi jika terdapat zat asing, dapat menggagalkan proses atau membuat rasa tape tidak sesuai yang kita harapkan. Meski proses pembuatannya cukup sederhana dan terbilang mudah, tetapi membuat tape dengan takaran yang benar-benar tepat sesuai selera mungkin dibutuhkan beberapa kali percobaan.

Pemasaran, biaya dan keuntungan usaha sampingan bisnis tape ketan hitam di rumah.

Agar produk Tape Ketan Hitam dapat terjual dan mudah ditemukan oleh calon pembeli maka dibutuhkan pemasaran yang tepat sasaran. Anda dapat mengajak kerjasama beberapa toko swalayan atau minimarket disekitar lokasi Anda. Berikan kemasan dan label agar produk Anda dikenali pelanggan. Jangan lupa juga untuk mencantumkan tanggal kadaluwarsa meski produk tape ketan dianggap tidak memiliki batas kadaluwarsa, hanya saja kandungan alkohol hasil proses fermentasi akan terus meningkat selama produk belum dikonsumsi. Selain itu rasa Tape ketan Hitam juga akan berubah. Untuk menghindari hal itu sebaiknya Anda menetapkan masa layak konsumsinya.

Untuk 1 Kg Ketan Hitam dapat menghasilkan sekitar 12 Porsi. Harga yang ditawarkan penjual cukup beragam, tergantung seberapa besar porsi yang diberikan dengan harga antara Rp. 5000,- hingga Rp. 8000,-. Di area Kalimantan bahkan dapat terjual dengan harga Rp. 14.000,- per porsi. Sebagai perkiraan, kita coba ambil harga jual Rp. 7000,- / porsi x 12 Porsi = Rp. 84.000,-. Sedangkan harga bahan untuk pembuatan Tape Antara lain, Ketan Hitam (Rp. 7000,- / kg) + Ragi Tape ( Rp. 2000,- / butir) hanya dibutuhkan Rp. 10.000,- saja. Sehingga Anda dapat mengambil keuntungan hingga Rp. 74.000,- / kg bahan. Semakin banyak yang Anda produksi maka semakin besar keuntungan Anda.

Menarik bukan keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari Bisnis Rumahan produk Tape Ketan Hitam? Silahkan Anda coba dirumah, lalu undang beberapa rekan Anda untuk mencoba sambil mempromosikan produk Anda. Bagikan artikel ini pada rekan Anda yang kebingungan mencari bisnis rumahan. Klik subscribe untuk berlangganan artikel dari kami langsung ke alamat email Anda.


Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel