Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Strategi Online Marketing Tepat Sasaran

Strategi Online Marketing
Mengingat teknologi yang semakin canggih juga tidak sedikit merubah pola strategi pemasaran dalam bentuk online marketing. Di zaman yang serba canggih banyak orang dimanjakan akan semua fasilitas yang ditawarkannya. Internet memang sangat membantu dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kita dapat dengan mudah untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Hal ini juga sangat membantu dalam sektor jual beli. Dengan semakin mudahnya transaksi jual beli yang kita lakukan hanya dengan menggunakan situs belanja online, kita dapat berbelanja barang sesuai dengan kebutuhan kita, mulai dari kebutuhan pangan sehari-hari atau pun barang-barang lainnya. Sebagai toko online pastinya memerlukan strategi marketing online yang tepat untuk memperkenalkan produk mereka. Jika anda adalah salah satu pebisnis yang baru saja mulai, pasti anda akan memikirkan bagaimana cara untuk memperkenalkan apa yang menjadi produk andalan anda. Anda dapat mencari target pasar anda dengan menggunakan internet.

Salah satu cara untuk meraup keuntungan yang banyak yaitu dengan iklan. Di era digital sudah banyak sekali pebisnis yang memanfaatkan strategi marketing online ini untuk terus meningkatkan penjualan produknya melalui iklan online. Marketing online akan berhasil jika dalam penerapannya dilakukan secara konsisten dan benar-benar tepat sasaran.

Berikut ini tahapan strategi online marketing yang dapat anda lakukan :

1. Menentukan Target

Anda harus menentukan target pada siapa iklan itu ditujukan, dan untuk apa iklan itu ada. Dalam hal berbisnis iklan merupakan tombak yang sangat tajam untuk mendapatkan audiens. Sebagai contoh anda akan membuat iklan untuk produk anda dalam jasa make up, pastinya anda akan membuat iklan tentang informasi jasa make up apa saja yang anda tawarkan, misal saja make up wisuda, make up bridal, atau make up lainnya. Di iklan anda pasti akan dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian para audiens.

2. Pemasangan Iklan

Ketika anda akan merencanakan untuk memasang iklan online maupun offline untuk memperkenalkan produk anda itu sah-sah saja. Tetapi anda juga harus memperhatikan bahwa pemasangan iklan secara online melalui media sosial tidak memiliki karakter yang sama dalam segi audiens. Jika anda memasang iklan online di Facebook, maka audiens yang akan anda dapatkan pastilah sangat banyak karena pengguna Facebook hampir seluruh orang di dunia, berbeda dengan audiens sosial media lainnya yang belum tentu dapat menanggapi iklan ada dengan baik sebaik menggunakan Facebook. 

3. Multimedia

Kebanyakan orang hanya menggunakan iklan online dengan banner, kenapa anda tidak mencoba beriklan menggunakan video. Marketing menggunakan video bisa menjadi salah satu alternatif untuk mearik perhatian para audiens. Dengan menggunakan video pesan dalam iklan dapat tersampaikan dengan baik, karena dengan video dapat memberikan gambaran tentang mekanisme atau konsep apa yang akan disampaikan oleh produk yang anda tawarkan.

Strategi online marketing saat ini memang sangat diminati oleh pelaku bisnis untuk mengembangkan sayap mereka di dunia bisnis. Tidak sedikit perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan untuk menjadi sales marketing online, karena sekarang ini target lebih aktif di dunia maya sehingga dengan strategi iklan secara online ini sangat tepat untuk di terapkan. Memang membuat konten yang menarik dan mudah diserap oleh audiens itu tidak mudah, karena kita dituntut untuk membuat semenarik mungkin, sesingkat mungkin dan mudah dimengerti oleh audiens. Anda dapat menggunakan Facebook, Twitter, atau pun Instagram. Apalagi sekarang Facebook sudah didukung dengan layanan FacebookAds untuk menunjang marketing anda secara online dan lebih luas jangkauannya. Tidak hanya itu sosial media instagram pun sekarang juga sudah dapat anda jadikan sebagai lahan periklanan secara online.

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel