Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Cara Mulai Investasi Saham Secara Online Bagi Pemula

Belajar Cara Investasi Saham
Inilah pentingnya belajar cara investasi saham secara online. Seiring waktu kebutuhan hidup akan semakin meningkat, ditambah lagi dengan meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok akibat dari inflasi. Sedangkan, semakin tua umur seseorang akan semakin berkurang produktifitasnya. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan hidup dimasa mendatang?

Apakah dengan menabung saja sudah cukup? Tidak, nilai uang Anda akan semakin berkurang meski nominalnya tidak berubah. Sebagai contoh, apa saja yang bisa Anda dapatkan ketika pergi ke pasar dengan membawa uang Rp. 100.000,- di tahun 2000? Bandingkan dengan apa yang bisa Anda dapat jika Anda membawa uang yang sama ke tempat yang sama saat ini?

Oleh sebab itu Anda perlu menumbuhkan uang simpanan Anda atau disebut sebagai Investasi. Ada banyak sekali instrumen investasi yang bisa Anda pilih seperti investasi saham, investasi reksadana, investasi pada peer-to-peer lending, dsb. Belajar cara investasi saham merupakan hal yang cukup penting untuk meningkatkan taraf hidup terutama bagi pemula yang baru mengenal jenis investasi ini.

Pengertian Investasi Saham Dan Istilah Didalamnya

Dalam belajar cara investasi saham, sebaiknya kita mengetahui apa itu investasi saham. Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup banyak diminati karena menjanjikan penghasilan yang cukup besar jauh melampaui instrumen investasi lainnya. Sudah banyak orang-orang yang menjadi kaya karena investasi di pasar saham.

Saat ini pun pemerintah sedang gencar mempromosikan program “ayo menabung saham”. Beberapa langkah kebijakan pemerintah untuk mendorong masyarakat agar mau belajar investasi di pasar saham adalah dengan memperkecil jumlah lembar saham dalam satu lot yang sebelumnya 1 Lot = 500 Lembar saham, kini 1 Lot = 100 Lembar saham sehingga kini Anda dapat bermain saham dengan modal kecil.

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan begitu, jika Anda membeli saham suatu perusahaan maka sama artinya Anda memiliki perusahaan tersebut sebesar persentase saham yang Anda miliki dibanding jumlah total saham yang diterbitkan perusahaan dan berhak untuk hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Menerbitkan saham merupakan salah satu metode perusahaan untuk mendapatkan modal tambahan. Saham yang pertama kali diterbitkan disebut dengan Initial Public Offering (IPO) yang kemudian dijual di pasar saham Primer & Sekunder.

Minimum pembelian saham adalah 1 lot, pembelian ini dapat Anda lakukan setelah Anda memiliki rekening saham yang diajukan pada perusahaan sekuritas. Di Indonesia, pusat perdagangan saham (Stock Exchange) berada di Bursa Efek Jakarta atau dikenal luas sebagai BEI.

Untuk saat ini beberapa perusahaan sekuritas sudah menyediakan fasilitas online trading sehingga Anda bisa melakukan pembelian saham dimanapun secara online melalui aplikasi yang disediakan masing-masing perusahaan sekuritas. Jika Anda ingin belajar cara investasi saham, sebaiknya disertai dengan membuat rekening saham agar dapat mempraktekan ilmu yang didapat.

Harga saham sangat berfluktuasi tergantung pada kondisi kepercayaan pasar (liquiditas saham) terhadap saham tersebut. Penilaian kepercayaan pasar biasanya dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan (fundamental perusahaan) dan kondisi ekonomi lingkungan perusahaan seperti keamanan dan kebijakan yang dikeluarkan negara dimana perusahaan tersebut beroperasi.

Saat ini persentase kepemilikan saham di Indonesia sebagian besar masih dipegang oleh asing, sehingga perubahan kebijakan luar negeri pun dapat mempengaruhi pasar saham. Statistik pergerakan harga saham di Indonesia secara keseluruhan digambarkan oleh Index Harga Saham Gabungan (IHSG).




Keuntungan Investasi Saham

Hal paling menarik dalam belajar cara investasi saham adalah mengetahui keuntungan investasi yang bisa didapat. Secara umum keuntungan dalam berinvestasi saham bisa Anda dapatkan dalam dua bentuk yaitu berupa Dividen maupun Capital Gain.

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemilik saham dan berasal dari keuntungan bersih yang dihasilkan perusahaan. Dividen yang dibagikan merupakan hasil kesepakatan para pemegang saham dalam RUPS. Jika Anda ingin memperoleh Dividen maka Anda harus memegang saham tersebut relatif lama dan berada dalam periode yang diakui berhak atas dividen tersebut.

Dividen yang dibagikan dapat berupa uang tunai dalam jumlah tertentu untuk per lembar saham, atau perusahaan dapat pula memberikan dividen berupa tambahan saham sehingga jumlah saham yang Anda miliki akan bertambah. Biasanya pembagian Dividen berupa saham ini dikeluarkan jika dirasa harga saham sudah terlalu tinggi sehingga dengan menambahkan jumlah saham yang beredar dapat mengurangi harga jualnya sehingga lebih tejangkau lagi oleh investor menengah kebawah dan pasar saham tersebut semakin liquid.

Anda bisa memilih beberapa saham pilihan dari indeks IDX High Dividend 20 yang dirilis oleh BEI sejak bulan Mei 2018 lalu. Analisa lebih lanjut dapat dilihat pada artikel Saham Dividend Yield Tertinggi Versi IDX High Dividend 20.

2. Capital Gain

Seperti yang dijabarkan sebelumnya bahwa harga saham sangat berfluktuasi, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk memperoleh keuntungan dari meningkatnya harga jual saham dibanding harga belinya yang disebut sebagai Capital Gain (pertumbuhan harga saham). Sebagai ilustrasi ketika Anda membeli salah satu lot (100 lembar) saham perusahaan Ritel saat ini dengan harga Rp. 200,- / lembar (sebesar Rp. 200,- x 100 lembar = Rp. 20.000),- kemudian dalam waktu satu tahun berikutnya Anda menjual saham tersebut ketika harga saham perusahaan tersebut menjadi Rp. 250,- / lembar (total Rp. 25.000,- / lot) maka Anda sudah mendapatkan Capital Gain sebesar 25% (Rp. 5.000,-) dari penjualan tersebut.



Resiko Kerugian Investasi Saham

Kurang lengkap rasanya bila kita belajar cara investasi saham hanya mengetahui keuntungannya saja tanpa mempertimbangkan resiko yang ada. Diluar keuntungan yang begitu menjanjikan, tentu dalam berinvestasi saham juga memiliki resiko kerugian yang sebanding antara lain adalah Capital Loss dan Liquidasi perusahaan.

1. Capital Loss

Capital Loss merupakan kebalikan dari Capital Gain dimana pemilik saham menjual sahamnya dibawah harga belinya. Hal ini biasanya dilakukan oleh pemilik saham yang khawatir bahwa harga saham tersebut akan semakin menurun sehingga mereka memilih untuk menjual saham yang dimiliki dan mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.

2. Resiko Likuidasi

Resiko ini terjadi ketika perusahaan tersebut dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan karena suatu alasan. Maka para pemilik saham akan menjadi prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan tersebut terpenuhi seperti untuk pembayaran hutang, pesangon karyawan dan sebagainya.

Sisa dari penjualan seluruh aset perusahaan baru akan dibagikan kepada para pemilik saham sesuai besar kepemilikan saham setelah dikurangi pelunasan kewajiban perusahaan. Jika ternyata hasil pemenuhan kewajiban tersebut tidak memiliki sisa, maka para pemilik saham tidak akan menerima apa pun. Oleh sebab itu, sebagai pemilik saham sebaiknya Anda terus memantau kondisi perusahaan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat.

Cara Investasi Saham Dengan Membuka Rekening Saham

1. Anda perlu mengisi formulir yang disediakan oleh pihak Perusahaan Sekuritas, berupa formulir Pembukaan Sub Rekening Efek dan formulir Rekening Dana Investor (RDI). Biasanya akan diminta menempelkan materai 6000 di surat perjanjian.

2. Memberikan dokumen yang diperlukan, antara lain fotokopi KTP yang masih berlaku dan (jika ada) NPWP serta fotokopi halaman depan buku tabungan yang akan didaftarkan dalam formulir Pembukaan Sub Rekening Efek.

3. Memberikan setoran dana awal ke rekening di bank RDI atas nama calon investor saham. Masing-masing broker menentukan deposit yang berbeda-beda (minimum dimulai dari Rp. 100.000,-).

4. Setelah disetujui, maka Anda telah siap untuk berinvestasi saham.

Untuk daftar Perusahaan Sekuritas di Indonesia dapat Anda temukan di website yuknabungsaham.

Pengalaman penulis saat ini bergabung dengan sekuritas Indopremier karena bisa melakukan pendaftaran secara online. 

Tips dalam Investasi saham.

1. Sebelum membuka rekening saham, pilih Perusahaan Sekuritas yang credible dan menetapkan biaya transaksi yang kecil. Penetapan biaya transaksi akan berbeda-beda pada masing-masing perusahaan sekuritas.

2. Setiap perusahaan sekuritas akan bekerja sama dengan Bank tertentu, maka sebaiknya Anda memilih perusahaan sekuritas yang menggunakan Bank yang sama atau membuka rekening baru yang sama dengan Bank perusahaan sekuritas tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya administrasi transfer antar Bank ketika Anda melakukan top-up ke RDI (Rekening Dana Investor) atau menarik saldo RDI ke rekening Anda.

3. Sebelum membeli saham suatu perusahaan untuk Investasi, sebaiknya Anda mengenali fundamental perusahaan. Bentuk fundamental perusahaan dapat dikenali dari profil manajemen, seluk beluk bidang yang digeluti oleh perusahaan dan potensi pasar di masa mendatang, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan dengan memperhatikan kinerja laporan keuangan perusahan dari tahun ke tahun. 

Kini setelah mengetahui cara investasi saham, Anda telah siap untuk berinvestasi saham. Segera mulai buka rekening saham saat ini juga dan nikmati hasil dari investasi saham.


Jangan menunggu; tidak akan pernah ada waktu yang tepat.
Mulailah di mana pun Anda berada, dan bekerja dengan alat apa pun yang Anda miliki.
Peralatan yang lebih baik akan ditemukan ketika Anda melangkah.” – Napoleon Hill

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel