Please Wait!
Generated Secure link using MD5


7 Hal Untuk Diperhatikan Sebelum Mulai Berinvestasi

Mulai Investasi Untuk Orang Awam
Sebagian besar masyarakat masih cukup awam mengenai cara memulai investasi. Kebanyakan orang masih mengandalkan upah pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Investasi merupakan hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan Anda dimasa depan. Dengan semakin meningkatnya jumlah populasi, tingkat pertumbuhan karir seseorang di suatu perusahaan pun semakin melambat. Jika beberapa tahun sebelumnya perusahaan masih menjanjikan karir yang tepat bagi setiap karyawannya, kini perusahaan lebih dominan mengambil tenaga baru yang lebih sesuai bidang pendidikannya. Dalam sebuah perusahaan mungkin hanya membutuhkan 2-3 orang manajer untuk perusahaan, sedangkan jumlah karyawan dibawah manajer bisa puluhan hingga ratusan orang. Itupun jika perusahaan tidak langsung mengambil manajer dari tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Jadi apakah Anda masih mengharapkan peningkatan pendapatan dari karir?

Sedangkan, untuk kenaikan upah Anda tiap tahun hanya mengikuti besaran inflasi per tahun. Pada dasarnya inflasi terjadi jika harga kebutuhan pokok semakin mahal, itu berarti upah Anda sebenarnya tidak meningkat, hanya mengikuti harga kebutuhan pokok. Sedangkan dalam kehidupan, setiap orang akan mengalami peningkatan kebutuhan, jika dahulu upah Anda cukup untuk hidup sendiri, kemudian Anda harus menghidupi kebutuhan istri dan anak, mendaftarkan anak ke sekolah, dan membayar kebutuhan tak terduga lainnya. Hal ini yang sering membuat orang tua semakin frustasi terhadap kebutuhan finansial mereka. Disinilah manfaat memulai investasi mulai dirasa penting.

Anda mungkin bisa menabung dan menyisihkan sedikit sisa pengeluaran saat ini untuk mempersiapkan kebutuhan dimasa depan. Namun sekali lagi, tabungan Anda yang tidak dapat tumbuh semakin dikalahkan oleh pertumbuhan inflasi yang terjadi. Untuk mengatasinya, Anda perlu berinvestasi entah itu dalam bentuk bisnis yang dikelola, atau melalui bentuk investasi lainnya. Bagaimana memulai sebuah investasi yang tepat bagi masing-masing orang?


Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi untuk pemula:

1. Kenali perbedaan Keinginan dan Aset

Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya Anda mengetahui perbedaan antara keinginan dan aset. Aset merupakan hal yang memiliki nilai tambah dibanding harga belinya seiring waktu atau setiap digunakan. Apakah membeli mobil mewah merupakan Aset atau Keinginan? Jika Anda membeli mobil tersebut untuk keperluan sehari-hari maka hal itu lebih dianggap sebagai keinginan, namun mobil tersebut bisa menjadi sebuah aset jika Anda gunakan untuk rental, travel, dsb. Berinvestasi berarti Anda menyimpan Aset yang memiliki nilai tambah bukan sekedar kepemilikan.

2. Mengenal sumber dana investasi

Dalam hal ini, Anda lebih mengetahui dari mana Anda mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari. Dana untuk memulai investasi bisa Anda gunakan dari tabungan, gaji, bonus, atau hasil usaha sampingan yang Anda kerjakan. Dalam perolehan dana investasi, kami sangat tidak menganjurkan Anda untuk mendapatkannya dari hutang mengingat resiko berinvestasi yang bisa berubah setiap saat.

3. Mengatur pendapatan dan kebutuhan pokok

Seberapa besar kebutuhan pokok yang Anda keluarkan setiap bulannya dibanding pendapatan Anda? Pada umumnya, para ahli investasi merekomendasikan persentase dana investasi sebanyak 10-20% dari pendapatan. Bagaimana jika sisa pendapatan Anda kurang dari persentase tersebut? Sebaiknya Anda mulai mengkoreksi kembali kebutuhan Anda untuk lebih berhemat. Seperti mengurangi biaya tagihan listrik, telepon, dsb.

4. Besar anggaran investasi

Dengan mengetahui besaran dana yang dialokasikan untuk memulai investasi, maka Anda bisa memilah bentuk investasi sesuai anggaran. Jika tabungan dan anggaran Anda cukup untuk membeli sebuah properti, mungkin properti bisa menjadi salah satu pilihan investasi Anda. Jika Anda ingin berinvestasi emas, itu berarti besaran anggaran investasi Anda harus lebih besar dari harga emas per gram saat ini. Bagaimana jika lebih kecil dari itu? Sebenarnya masih cukup banyak bentuk investasi lain saat ini yang cukup terjangkau seperti investasi reksadana yang bisa dibeli mulai Rp.100.000,- , atau investasi online lain tanpa modal yang dapat Anda baca pada artikel Investasi Online Dengan Aset Digital.

5. Pengelola investasi

Hal ini cukup penting untuk sebelum mulai berinvestasi sebaiknya diperhatikan apakah Anda akan mengelola Aset tersebut sendiri atau dengan bantuan Manajer Investasi seperti pada Reksadana. Jika mengelola investasi secara pribadi, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lain untuk ongkos jasa, tetapi Anda perlu mempelajari bentuk investasi tersebut dengan mendalam agar tidak sampai terjadi kerugian. Sedangkan dengan memanfaatkan keahlian Manajer Investasi, Anda tidak perlu repot mempelajari investasi Anda secara mendalam, namun dalam hal ini Anda perlu mengenal dan memperhatikan kinerja Manajer Investasi sebelumnya untuk mempercayakan pengelolaan aset Anda.


6. Memilih investasi berdasar resiko dan hasil

Mulai berinvestasi dengan memilih investasi yang sesuai dengan profil resiko dan tujuan Anda. Tidak ada hal yang pasti dalam berinvestasi, karena hal ini menyangkut masa depan yang tidak ada satu orang pun bisa benar-benar memastikan apa yang terjadi di masa depan. Namun Anda dapat mengurangi resiko ini dengan mempelajari kejadian di masa lalu untuk mempertimbangkan apakah investasi tersebut layak dimiliki atau tidak. Dalam berinvestasi dikenal sebuah prinsip “higher risk, higher profit”, semakin besar keuntungan yang ingin Anda dapat maka semakin besar resiko yang perlu Anda kendalikan.

7. Cara mengelola investasi

Cara mengelola investasi setiap bentuk investasi akan berbeda-beda, namun ada beberapa tips yang cukup membantu Anda, antara lain:

- Diversifikasi

Hal pertama yang perlu kita pelajari dari para investor berpengalaman adalah jangan menaruh seluruh investasi Anda pada satu Aset yang sama. Meskipun aset tersebut cukup menjanjikan, tapi seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada hal yang pasti di masa depan. Dengan membagi investasi dalam beberapa aset atau dikenal dengan istilah diversifikasi, maka ketika salah satu aset Anda mengalami kerugian, masih bisa terkurangi dampaknya oleh aset yang lain.

- Timing

Pemilihan waktu yang tepat ketika membeli atau menjual aset Anda bisa memberikan dampak yang cukup besar. Jangan mudah panik ketika mendengar kabar buruk mengenai aset Anda, telusuri kebenaran dan dampaknya terlebih dahulu sebelum Anda mengambil keputusan. Percayalah pada pendirian Anda dibanding isu yang disebarkan orang lain.

Itulah tujuh hal yang perlu Anda ketahui sebelum mulai berinvestasi agar tujuan investasi Anda dapat tercapai sesuai harapan. Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi sebaiknya dimulai saat ini, semakin cepat Anda memulai, semakin lama Anda menyimpan aset, semakin besar keuntungan yang bisa didapat. Selamat berinvestasi.
Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel