Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Memanfaatkan Pekarangan Kosong Untuk Bisnis 5 Jenis Tanaman Ini

Ketika Anda mencari halaman ini, Anda pasti ingin tahu bagaimana menjalankan bisnis dengan memanfaatkan halaman pekarangan kosong di rumah Anda. Pada dasarnya, ada cukup banyak potensi yang bisa dihasilkan, namun jika Anda tidak ingin terlalu report, Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah Anda untuk menanam beberapa jenis tanaman yang mudah perawatannya dan bernilai jual tinggi. Selain itu, tanaman-tanaman ini pun bisa Anda manfaatkan sendiri untuk kebutuhan rumah pribadi dan keluarga. Langsung saja kita simak apa saja tanaman hasil pekarangan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis berikut ini.

5 Jenis tanaman pekarangan yang bisa Anda jual sebagai lahan bisnis:

5. Tanaman Hias / Bunga

Tanaman hias dan bungan bisa menjadi lahan bisnis yang bagus, selain bisa mempercantik pekarangan rumah Anda sendiri harga tanaman hias bisa menjadi bernilai sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu. Namun di lain sisi harga tanaman bunga bisa menjadi fluktuatif ketika ada pemain besar yang mendominasi pasar memainkan harga. Namun jika Anda bisa menikmatinya sebagai hobi, sepertinya harga bukan suatu masalah yang serius. Sedang untuk penjualannya pun menyasar pada kalangan khusus pecinta tanaman hias. Beberapa tanaman hias yang cukup bernilai tinggi antara lain: Kaktus, Bonsai, Anthurium, Aglaonema, Philodendron, Sansevieria, Puring, Kantung Semar, Anggrek, Adenum, dsb.

4. Buah-buahan

Berikutnya yang menjadi favorit adalah buah-buahan. Selain nikmat untuk dikonsumsi sendiri, jika hasil kebun Anda berlimpah bisa menjadi lahan bisnis yang baik. Buah-buahan memiliki target pasar yang tak terbatas karena hampir semua orang menyukai buah-buahan apapun. Oleh sebab itu buah-buahan memiliki potensi yang baik sebagai hasil pekarangan untuk berbisnis. Anda bisa menyesuaikan jenis tanaman dengan luas pekarangan Anda. Jika pekarangan Anda cukup kecil, Anda bisa menanam tanamanan buah dalam pot (tabulampot) seperti strawberry, nanas, jeruk nipis, dsb. Namun jika Anda memiliki pekarangan cukup luas, Anda bisa menanam tanaman teduh penghasil buah seperti mangga, Pisang, Nangka, dsb.

3. Bumbu Dapur

Bumbu dapur bisa menjadi sangat berharga karena menjadi salah satu kebutuhan hampir di setiap rumah tangga. Dengan menanam bumbu dapur ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda dalam keperluan memasak atau bahkan jika Anda kehabisan bumbu di tukang sayur, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke pasar untuk mencarinya. Beberapa bumbu dapur yang sering mengalami fluktuasi harga cukup tinggi biasanya adalah cabai, dan tomat. Selain itu Anda bisa menanam Jahe, Kunyit, Kunir, pohon salam, pandan, dsb.

2. Tanaman Obat

Urutan berikutnya adalah TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Obat herbal masih menjadi buruan masyarakat karena dipercaya lebih sehat dan minim efek samping dibandingkan dengan obat generik yang ada. Oleh sebab itu tanaman obat segar maupun olahan herbal siap pakai bisa menjadi sangat bernilai di masyarakat. Keunikan bentuk tanaman toga juga cukup menarik sebagai penghias rumah. Selain memiliki harga jual tinggi, secara tidak langsung Anda juga telah membantu menyelamatkan seseorang. Beberapa tanaman obat yang cukup banyak dicari orang antara lain: Rosela, Mengkudu, Bawang Dayak, Sambiloto, Sirih, dsb.

1. Hidroponik

Terakhir, tanaman yang bernilai tinggi adalah tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik memiliki nilai tinggi karena dianggap lebih higienis dan lebih segar dibanding tanaman yang ditanam dengan media tanah. Hidroponik pilihan yang tepat bagi Anda yang hanya memiliki lahan terbatas dan biaya yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar. Anda bisa membaca penjelasan lebih rinci mengenai persiapan, biaya dan keuntungan bisnis tanaman hidroponik pada artikel peluang bisnis hidroponik rumahan


Cara menjual hasil tanaman pekarangan

Anda kini telah memiliki gambaran mengenai jenis tanaman apa yang tepat untuk pekarangan Anda. Kini permasalahan berikutnya adalah bagaimana menjual hasil pekarangan tersebut pada konsumen. Berikut ini empat cara yang bisa Anda gunakan untuk menjual hasil dari tanaman pekarangan Anda:

1. Jual hasil dalam kemasan atau hasil olahan siap pakai

Cara ini sangat efektif jika hasil pekarangan Anda cukup melimpah sehingga Anda bisa menjualnya secara per kemasan dengan berat atau jumlah minimum yang Anda tentukan. Cara ini akan membantu Anda dalam proses penjualan yang lebih praktis dan mengurangi adanya sisa produk. Selain itu dengan pengemasan yang baik bisa meminimalisir pembusukan pada hasil panen yang mengakibatkan produk rusak dan tidak layak konsumsi.

2. Menjual produk segar pada masyarakat sekitar

Bisa jadi tanaman yang ada di pekarangan rumah Anda saat ini sedang dibutuhkan kerabat, tetangga, teman, atau orang lain. Anda bisa membicarakan tanaman / hasil panen yang ingin Anda jual saat berkumpul dengan masyarakat sehingga informasi tersebut bisa meluas dan siapa pun yang kebetulan membutuhkannya akan menghubungi Anda. Cara ini cukup baik jika Anda ingin menjual santai hasil pekarangan Anda.

3. Jual bibit dan tanaman siap panen pada event tertentu

Anda bisa memanfaatkan momen atau event yang ada di wilayah Anda untuk menjajakan hasil pekarangan Anda. Anda bisa menjualnya pada event free car day, atau saat perayaan hari kemerdekaan, atau saat-saat tertentu dimana banyak orang berkumpul ditempat itu. Manfaatkan event-event tersebut untuk memperoleh pembeli dan mendapatkan keuntungan lebih.

4. Menjual pada pedagang untuk dijual kembali

Ketika musim mangga, penulis sering mendapattawaran dari beberapa pedagang yang ingi memborong buah mangga dari pohon yang penulis tanam dipekarangan rumah. Karena hasilnya cukup melimpah dan sudah cukup dinikmati sendiri maka tawaran tersebut diterima dengan harga yang sesuai dan tentu saja hanya mangga-mangga yang sudah cukup masak saja yang diijinkan untuk diunduh. Keuntungan yang didapat cukup lumayan daripada buah-buahan tersebut membusuk di pohon. Jika kebetulan tidak ada pedagang yang menawar, Anda bisa menawarkannya sendiri pada pedagang disekitar wilayah Anda, atau Anda bisa tawarkan pada tukang sayur keliling tentu dengan pembagian keuntungan yang adil.

Untuk model pemasaran bisa dilakukan secara langsung dengan menawarkannya pada masyarakat maupun media online seperti grup Whatsapp dan Facebook. Kini Anda sudah memiliki gambaran bisnisnya dan siap untuk memulai. Jika bisa memanfaatkan pekarangan untuk keuntungan mengapa tidak?

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel