Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Memilih Produk Bisnis, Berdasar Tren Atau Produk Tetap?

Pilihan Produk Bisnis Berdasar Trend Atau Manfaat Tetap
Jika kita menelisik trend bisnis beberapa tahun lalu gempar sekali dengan jenis tanaman hias tertentu yang harganya tiba-tiba meroket. Lalu antara tahun 2015/2016 pun kita digemparkan dengan trend batu akik hingga dimana-mana orang berburu batu, mencari di sungai, pekarangan, pantai, dimanapun orang-orang sibuk mengorek tanah berharap menemukan batu spesial. Lalu awal tahun ini tiba-tiba muncul sebuah inovasi mainan unik yang disebut “Fidget Spinner”, sebuah mainan yang dapat diputar diantara jari-jari Anda seperti gasing dan dipercaya memiliki manfaat sebagai pengurang stress dan menambah fokus. Awalnya penulis merasa bahwa mainan yang terlihat kurang bermanfaat itu tidak mungkin dapat menguasai pasar. Tapi ternyata saat ini menjadi mainan yang banyak diburu orang entah untuk manfaatnya, atau sekedar untuk mengikuti gaya hidup. 

Sebagai seorang pelaku bisnis memang dituntut untuk selalu berfikir luas dan mengikuti perkembangan zaman. Itu berarti kadang Anda harus memilih antara meneruskan penjualan produk yang Anda yakini dapat memberi manfaat bagi masyarakat, atau beralih mengikuti arus deras bisnis yang sedang melejit saat itu? Tentukan pilihan Anda setelah menganalisa kedua pilihan tersebut.

Antara Trend atau Manfaat, manakah pilihan bisnis yang sesuai untuk Anda?

A. Bisnis dengan mengikuti Trend

Menjalankan bisnis berdasarkan Trend memang dinilai menjanjikan keuntungan lebih besar dibanding produk tetap. Namun setiap kelebihan pasti memiliki kekurangan pula. Bisnis ini dinilai memiliki resiko sama besar dengan potensi keuntungan yang bisa didapat. Dalam menjalankan Trending Business, Anda dituntut untuk mampu memprediksi potensi pasar di masa mendatang. Prinsip utama menjalankan bisnis ini adalah “siapa cepat, dia dapat”, Jika Anda melihat sebuah potensi besar sebelum tren tersebut terjadi di lingkungan Anda dan Anda segera mengumpulkan produk sebelum harga produk menanjak tajam, maka Anda akan mendapatkan keuntungan maksimal. Tetapi jika Anda cukup lambat dalam menghadapi trend ini, keuntungan Anda tidak akan maksimal dan bahkan berpotensi untuk rugi. Jika Anda ingin menekuni bisnis seperti ini maka Anda mencoba kiat berikut:
  • Usahakan untuk selalu membaca berita-berita terbaru dari media online
  • Memperhatikan adanya Trend di media sosial (Instagram, Facebook, Google+, dsb.)
  • Mencari kenalan warga asing dari negara yang lebih maju dan berpotensi sebagai Role Model
  • Mengikuti berita Infotainment, sebagian besar trend dimulai oleh orang-orang terkenal secara sengaja atau pun tidak.

B. Bisnis dengan produk bermanfaat tetap

Hampir bertolak belakang dengan produk-produk trend sesaat. Perkembangan bisnis dengan produk  tetap dinilai cukup lambat. Menjual produk tetap memerlukan strategi pemasaran yang lebih rumit, berbeda dengan produk trend yang memang sudah banyak dikenal masyarakat secara viral di berbagai media. Untuk memasarkan produk tetap, Anda harus berusaha sendiri atau Anda harus membayar jasa pemasaran, memasang iklan, dsb. Namun bukan berarti menjual produk tetap tidak menghasilkan keuntungan. Produk yang memiliki manfaat tetap biasanya dapat bertahan di pasar lebih lama bahkan berpotensi meningkat dari waktu ke waktu. Sedangkan dari segi keuntungan, harga jual produk tetap pun relatif stabil. Untuk dapat memaksimalkan hasil dari menjual produk tetap, sebaiknya Anda mencoba beberapa tips berikut:
  • Berikan pelayanan terbaik untuk mendapatkan loyalitas pelanggan
  • Lakukan inovasi produk untuk menghindari kejenuhan pelanggan namun dengan tetap menjaga ciri khas produk Anda
  • Kedepankan unsur manfaat produk untuk menarik calon pelanggan baru
  • Jangan memulai persaingan harga, karena justru akan menghancurkan bisnis Anda sendiri di masa depan
  • Lakukan pemasaran secara efektif sesuai target pasar yang Anda harapkan

Bisnis manapun yang menjadi pilihan Anda, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda mengharapkan keuntungan sesaat, Anda bisa mencoba bisnis mengikuti tren, namun Anda harus jeli melihat potensi pasar. Sedangkan untuk menjual produk tetap yang perlu Anda perhatikan hanya fokus pada produk Anda, dan mencari cara agar menarik pelanggan semakin banyak.

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel