Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Mengembangkan Hobi Menjadi Bisnis Dengan Google AdSense

Menghasilkan Uang Dari Hobi Sebagai AdSense Publisher
Banyak orang yang masih belum mempercayai bahwa hobi Anda dapat menghasilkan uang dengan menjadi Google AdSense Publisher. Siapa yang tidak mengenal Google? Perusahaan yang awalnya dari sebuah mesin pencari, kini menjadi salah satu raksasa industri di bidang teknologi. Mulai dari membesut perangkat lunak sebagai Operation System (OS) paling populer yaitu Android, Google  juga memasuki perangkat keras seperti smartphone, smarthouse, bahkan mereka saat ini sedang mencoba teknologi smartcar.

Sebagai sebuah perusahaan raksasa yang berkembang pesat, cara pengembangan bisnis mereka pun cukup unik. Penyandang most wanted place to work (tempat kerja yang paling diminati) memang sangat sesuai dengan apa yang bisa kita temui dalam keunikan lingkup kantor Google. Selain itu, penghasilan dari Google kepada karyawannya dinilai sangat memuaskan. Namun tentu saja hanya orang-orang pilihan untuk dapat bekerja sebagai karyawan Google dan syarat tes karyawan memang sangat ketat. Lalu bagaimana caranya kita bergabung dengan Google dengan latar pengetahuan berbeda dari dunia teknologi selain menjadi karyawan Google?

Salah satu program yang cukup menarik oleh Google yaitu Google AdSense. AdSense merupakan sebuah program mitra terbuka bagi siapa saja jika ingin menjadi Google AdSense Publisher.


Apa keuntungan menjadi Google AdSense Publisher?

  1. Anda tidak terikat oleh perusahaan sehingga program AdSense ini cocok bagi Anda yang ingin mencari penghasilan tambahan atau ingin bekerja freelance
  2. Penghasilan cukup besar dibanding program Ads / PTC (Paid To Click) lainnya
  3. Anda bisa mendapatkan penghasilan AdSense sambil melakukan hobi Anda
  4. Bisa sebagai alternatif penghasilan pasif, sekali Anda diterima menjadi publisher dan iklan tetap berjalan maka Anda akan terus dapat menghasilkan uang
  5. Pembayaran mudah karena AdSense sudah terintegrasi dengan Bank lokal atau Anda dapat menerima pembayaran dalam bentuk wesel pos.


Bagaimana hobi saya bisa menghasilkan sebagai Google AdSense Publisher?

1. YouTube AdSense Publisher

Untuk menjadi seorang AdSense Publisher di YouTube, tentunya Anda harus memiliki akun Youtube terlebih dahulu. Lalu setidaknya Anda memiliki satu video original untuk dilakukan monetasi iklan. Pendaftaran AdSense melalui YouTube memang menjadi pilihan menyenangkan karena persyarat annya masih tergolong mudah. Namun kelemahan dari AdSense Youtube adalah penghasilannya cukup rendah dibanding Blog karena keterbatasan durasi & lokasi iklan dalam video.

2. Blogger AdSense Publisher

Cara kedua adalah melalui Blog. Layanan blog gratis telah disediakan oleh Google sejak lama bahkan sebelum lahirnya Android. Tentu saja blog besutan Google akan lebih mudah untuk didaftarkan dalam program AdSense dibanding layanan blog lainnya. Layanan blog dari Google tersebut bernama Blogger atau juga desebut sebagai Blogspot karena setiap domain gratis yang didaftarkan akan memiliki ekor .blogspot, untuk mendaftar pada blogger silahkan kunjungi Blogger. Membuat blog melalui blogger cukup mudah dan tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Namun untuk menjadi seorang publisher AdSense melalui blog terbilang cukup sulit, namun hasil yang didapat pun lebih memuaskan. Untuk memahami persyaratan menjadi publisher AdSense dapat anda lihat disini, selain persyaratan tersebut juga ada beberapa persyaratan tak tertulis tentang kelayakan sebuah blog sebagai publisher mungkin membuat rekan i-Bisnis bertanya-tanya mengapa blog Anda selalu ditolak oleh AdSense.

Selain menggunakan Blogger, pengguna wordpress atau layanan blog lainnya pun dapat berpartisipasi dalam program AdSense dengan syarat blog tersebut telah memiliki Domain Tingkat Atas (TLD) sejenis .com, .id, dsb.

Untuk mempelajari lebih jauh mengenai dunia blogging, Anda dapat mengunjungi situs-situs berikut:
- Sugeng.id
- Maxmanroe.com
- PanduanIM
- Atau Google.com tempat segala informasi berada.

Sementara perbedaan akun AdSense dibagi dalam 2 jenis:

1. Akun AdSense Hosted

Akun Hosted merupakan akun AdSense yang masih terbatas hanya dapat digunakan pada layanan google tertentu semisal jika Anda memiliki akun AdSense Hosted Youtube, maka Anda hanya dapat menampilkan iklan di layanan Youtube saja, begitu pula jika Anda memiliki akun AdSense Blogger maka hanya dapat digunakan pada layanan Blog yang telah didaftarkan saja.

2. Akun AdSense Non Hosted

Jika Anda ingin menampilkan iklan di kedua layanan tersebut maka Anda harus memiliki akun AdSense Non Hosted. Seperti yang disebutkan diatas, bahwa Anda dapat mendaftarkan website atau blog Anda dengan domain tingkat atas pada layanan AdSense. Dengan mendaftarkan blog / web TLD maka secara otomatis Anda akan mendapatkan akun AdSense Non Hosted. Kelebihan akun Non Hosted yaitu Anda dapat menampilkan unit iklan Anda di web / blog manapun tanpa harus mendaftarkan kembali blog / web tersebut.

Jika rekan i-Bisnis ingin berdiskusi lebih jauh mengenai layanan AdSense, rekan i-Bisnis dapat bertanya pada para ahli yang sudah sering berkecimpung dalam dalam dunia AdSense melalui komunitas G+ bernama Indonesia AdSense Publisher Discussion (IAPD).

Berapa pendapatan dari AdSense menurut beberapa publisher?

Cukup beragam tergantung pada seberapa banyak pengunjung akan melihat atau mengklik iklan yang ditampilkan AdSense dalam blog atau saluran youtube rekan-rekan i-Bisnis. Perhitungan nilai per-klik (cost per click) juga bermacam-macam, namun dapat dicari dalam layanan AdWords milik Google. Seorang blogger pemula mungkin hanya akan mendapat sekian ratus ribu per bulan, namun jika jumlah kunjungan / klik serta nilai iklan yang ditampilkan cukup mahal, akan mendatangkan penghasilan sangat besar pula. Salah satu youtuber pernah menampilkan penghasilannya di grup IAPD dan cukup mengejutkan, karena ia dapat menghasilkan antara 9-10 Jt per bulan, tentu saja untuk dapat seperti itu diperlukan proses yang cukup panjang namun akan sesuai dengan besarnya usaha kita dalam mengembangkannya. Untuk mendaftarkan website, blog, atau channel youtube milik Anda, Anda dapat mengunjungi Website AdSense.


Baca: Cara Membuat Blog Untuk Mendaftar AdSense

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel