Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Ikuti Tips Bisnis Jual Beli Rumah Untuk Investasi Jangka Panjang

Tips Jual Beli Rumah Sebagai Investasi Yang Menguntungkan
Tidak dipungkiri lagi bahwa bisnis jual - beli rumah masih menjadi bisnis dengan banyak peminat karena hampir tanpa resiko. Banyak orang memilih bisnis ini sebagai sarana investasi. Namun bisnis ini juga bukan bisnis asal-asalan, meski memiliki resiko kecil, namun dengan harga properti yang terbilang tidak murah tetap harus kita waspadai resikonya agar kita terhindar dari kerugian cukup besar. Lalu apa saja untuk perlu diperhatikan sebelum kita membeli sebuah rumah sebagai tempat investasi menguntungkan.

Berikut ini harus diperhatikan sebelum membeli rumah untuk investasi:

1. Lokasi Rumah

Ini merupakan hal yang paling utama dalam memilih sebuah rumah. Rumah yang ideal sebaiknya memiliki akses jalan yang cukup luas, minimal dapat dilalui sebuah mobil. Di daerah kota-kota besar yang padat penduduk, rumah-rumah sederhana dengan akses jalan yang baik dapat bernilai lebih dibanding rumah dengan bangunan megah tapi sulit dilalui kendaraan. Selain akses kendaraan, juga penting untuk melihat daerah sekitar, meski memiliki jalan luas tetapi jika lokasi sangat terpencil, tentu akan menurunkan nilainya. Perhatikan apakah disekitar sana terdapat penjual bahan kebutuhan pokok atau pasar, lalu sejauh mana dengan sekolah-sekolah, juga keamanan wilayah tersebut apakah cukup kondusif.

2. Kelengkapan surat-surat tanah dan bangunan

Tidak kalah pentingnya adalah surat-surat kepemilikan atas bumi dan bangunan. Sering sekali terjadi kasus sengketa atas kepemilikan lahan dan/atau bangunan. Maka untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya Anda mencari tahu kepemilikannya lewat perangkat desa setempat seperti RT, RW, Kelurahan atau kantor desa. Dan segerakan untuk pemindahan berkas setelah transaksi dengan mediasi notaris agar dokumen Anda lebih kuat secara hukum.

3. Usia dan kerusakan rumah

Semakin tua umur bangunan juga perlu Anda waspadai. Bangunan berumur tua cenderung rapuh meski sekilas masih tampak kokoh. Perhatikan juga apakah ada bagian-bagian rumah yang kemungkinan akan runtuh agar tidak membahayakan dan merugikan jika dikemudian hari memerlukan perbaikan, terkecuali jika Anda memang berniat meruntuhkannya untuk menggantinya dengan bangunan baru. Selain itu juga disarankan agar meninjau rumah di musim hujan agar dapat diamati kebocoran-kebocoran atap.

4. Potensi masa depan lingkungan disekitar rumah

Alangkah baiknya jika bangunan tersebut cukup strategis dengan adanya berita kemungkinan pengembangan lokasi seperti layanan publik atau industri baru di wilayah sekitar rumah. Semisal, di dekat rumah tersebut sedang atau akan dibangun sebuah puskesmas, maka ketika nanti puskesmas tersebut selesai dibangun, harga bangunan dapat langsung melonjak 2-3 kali dari harga sebelum adanya puskesmas.

5. Lingkungan warga sekitar rumah

Hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial. Maka lingkungan warga sekitar juga akan cukup mempengaruhi minat seseorang untuk menghuni rumah tersebut, seperti keramahan, kebersihan dan keamanan akan sangat mempengaruhi kenyamanan penghuni rumah tersebut.

Dengan memahami 5 hal tersebut diatas, diharapkan rumah yang Anda inginkan untuk menjadi investasi di masa depan dapat benar-benar aman. Selanjutnya adalah bagaimana mengembangkan investasi Anda tersebut agar dapat memiliki nilai lebih secara signifikan.

Anda dapat melakukan hal ini agar harga rumah investasi Anda dapat memiliki nilai tinggi sebelum Anda menjualnya kembali:

1. Memperbaiki kerusakan rumah

Disinilah pentingnya Ide Bisnis menghimbau mengenai poin nomor 3 diatas. Dengan mengetahui kemungkinan kerusakan yang terjadi pada rumah, maka Anda dapat menafsirkan harga rumah sebelum dibeli dengan lebih baik. Juga potensi peningkatannya jika masalah-masalah tersebut diperbaiki apakah akan sesuai dibanding harga jualnya dikemudian hari. Tentunya diharapkan dengan selesainya perbaikan, rumah akan tampak lebih kokoh, segar dan bernilai jual tinggi.

2. Membuat bangunan tambahan

Untuk meningkatkan nilai jual, Anda dapat menambahkan bagian-bangunan baru meski terlihat sederhana seperti membuat atap di tempat parkir kendaraan atau halaman depan rumah. Membuat pagar lebih kuat dan aman. Atau bahkan membuat tambahan lantai dua untuk meningkatkan kapasitas kamar dan ruangan juga dapat meningkatkan nilai jual rumah Anda.

3. Kontrak rumah

Jika Anda tidak dapat merawat rumah tersebut secara langsung, semisal rumah tersebut berada cukup jauh dari rumah yang Anda tempati saat ini, atau Anda ingin menjualnya dalam beberapa tahun lagi ketika Anda membutuhkannya. Agar rumah tetap terawat diluar pengawasan Anda, sebaiknya Anda menawarkan rumah tersebut untuk dikontrakan pada orang yang membutuhkan. Selain rumah Anda tetap terawat, Anda juga akan mendapat penghasilan tambahan dari penyewa rumah.

4. Memperindah taman / Lingkungan sekitar

Seperti pepatah 'rumahku adalah istanaku', maka siapa yang tidak menginginkan istananya terlihat indah bukan? Sentuhan-sentuhan kecil seperti mengecat ulang rumah, menambahkan kolam ikan, taman mini hijau dan segar di sudut halaman atau pernak pernik detail lainnya dapat memberi nilai lebih bagi rumah Anda.

Untuk mendapatkan informasi penjualan rumah, anda bisa menghubungi Broker Properti. Sedangkan untuk metode penjualan, Anda bisa mencoba pasang iklan jual rumah. Itulah beberapa tips dari Ide Bisnis yang sekiranya dapat menjadi inspirasi Anda yang ingin berbisnis properti dalam bentuk jual beli rumah.


Peluang tidak terjadi, Anda yang harus membuatnya.” – Chris Grosser

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel