Please Wait!
Generated Secure link using MD5


Inilah 15 Alasan Umum Karyawan Mengundurkan Diri Dari Tempat Kerja!

Pernahkah Anda merasa jenuh dengan aktifitas Anda yang tidak akan pernah ada akhirnya? Atau atasan Anda bersikap semena-mena terhadap Anda? Atau barangkali apa yang telah Anda lakukan selama ini tidak tampak hasilnya? Tentu permasalahan-permasalahan ditempat kerja tersebut sangat membuat Anda merasa tidak nyaman. Bukan hanya Anda, tetapi ada ratusan atau ribuan karyawan diluar sana yang juga merasakan hal yang sama.

Ironis memang mengingat bahwa selama ini kita semua diarahkan untuk menjadi seorang karyawan. Dengan harapan mendapat jaminan hidup yang layak, tetapi pada kenyataannya sebagian besar karyawan di Indonesia hanya mendapatkan upah sejumlah ketetapan UMR. Padahal, nilai UMR adalah nilai minimum bagi seseorang untuk menghidupi diri sendiri dalam periode bulanan. Lalu apakah itu semua cukup untuk menghidupi keluarga Anda? Menyekolahkan anak-anak Anda dengan biaya yang tiap tahunnya semakin menanjak tajam?

Inilah alasan yang sering diungkapkan atau dirasakan seorang pekerja sebelum mereka mengundurkan diri dari tempat kerja:

1. Tempat kerja yang tidak kondusif

          Hal ini sering menjadi alasan utama seseorang sebelum ia mengundurkan diri dari tempat kerja. Ketika Anda sudah tidak merasa nyaman dengan lingkungan pekerjaan, lalu sampai kapan lagi Anda akan bertahan disana? Itulah mengapa banyak orang yang merasa bahwa kenyamanan ditempat kerja merupakan hal yang utama. Meski dengan penghasilan cukup, tetapi jika Anda harus melakukannya dengan terpaksa, tentunya apa pun usaha yang Anda lakukan kurang maksimal.

2. Tekanan pekerjaan diluar batas

          Bos Anda sering memberi perintah-perintah yang tidak masuk akal dan jika Anda tidak dapat menyelesaikannya dengan baik, maka Anda lah yang menjadi kambing hitam untuk disalahkan. Atau bos Anda menambahkan tanggung jawab lain diluar Job Desc Anda saat ini namun tidak diiringi apresiasi yang sesuai.

3. Penghasilan yang tak kunjung meningkat

          Seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula hal-hal yang perlu kita dukung. Mungkin Anda sudah merasa cukup dengan penghasilan Anda saat ini ketika Anda masih sendiri. Tetapi saat nanti Anda menikah, atau telah memiliki anak-anak, apakah peningkatan penghasilan Anda dimasa depan dapat mendukung kehidupan keluarga Anda?

4. Aktifitas harian yang monoton

           Setiap hari Anda harus bangun pagi-pagi sekali menghindari macet, atau untuk mengejar jam masuk kerja yang cukup pagi. Lalu Anda akan meneruskan pekerjaan Anda kemarin. Pulang kerja dalam keadaan lelah dan sudah tidak ada waktu lagi untuk bersenda gurau dengan anak-anak atau pasangan Anda. Hidup Anda serasa dipenjara oleh kewajiban dan aturan ketat perusahaan.

5. Perusahaan dalam masa kritis

          Saat perusahaan dalam masa kritis, maka akan muncul peraturan atau kebijakan-kebijakan baru yang makin mencekik Anda. Segala tuntutan yang diajukan karyawan sudah tidak dapat lagi dipenuhi oleh perusahaan. Berbagai fasilitas ditiadakan untuk menjaga keuangan perusahaan. Mungkin inilah saatnya Anda untuk mengundurkan diri dan mencari penghasilan baru yang lebih mendukung.

6. Ingin mengekspresikan diri

          Anda memiliki hobi yang tidak tersalurkan? Barangkali Anda gemar melukis, bermain musik, menciptakan hal-hal baru dalam kreatifitas Anda yang tidak dapat tersalurkan karena tiada waktu luang untuk mengekspresikannya? Cobalah untuk mengekspresikannya dan menjualnya, barangkali disanalah letak passion Anda dan mungkin Anda dapat menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat dan menyenangkan daripada yang Anda lakukan saat ini ditempat kerja.

7. Memiliki keahlian yang lebih baik

          Ketika Anda memiliki kemampuan lebih dalam bidang yang sedang Anda geluti saat ini dalam perusahaan. Sementara apa yang telah Anda lakukan tidak mendapat penghargaan yang sesuai, atau Anda dinilai rendah oleh perusahaan meski Anda telah melakukan segala dengan sangat baik. Banyak orang memutuskan untuk wirausaha dengan memanfaatkan keahlian mereka untuk mendapatkan hasil lebih.

8. Menikmati waktu bersama keluarga

          Dengan aktifitas padat Anda seharian, lalu kembali pulang dengan membawa beban kerja, atau tenaga dan pikiran Anda telah terkuras ditempa kerja, dan saat Anda tiba di rumah sudah cukup malam untuk dapat berkumpul dengan keluarga. Anak-anak Anda merasa semakin jauh dengan Anda karena hampir tidak ada waktu lagi untuk bermain bersama mereka. Ingatlah bahwa waktu tidak dapat diputar kembali, tentukan prioritas Anda saat ini juga.

9. Ingin mempelajari hal-hal baru

          Anda orang dengan rasa ingin tahu tinggi dan memiliki jiwa petualang. Maka kegiatan harian menjadi seorang karyawan akan sangat menyiksa Anda. Atau mungkin Anda ingin memperdalam pengetahuan Anda dengan melanjutkan jenjang kuliah ke tingkat yang lebih tinggi. Hal itu akan sangat bermanfaat bagi masa depan Anda nantinya.

10. Mencari pengalaman lain

          Anda merasa bosan atau ingin lebih memahami passion Anda dari pada mengerjakan hal yang sama berulang kali, Anda ingin mencoba profesi baru dalam bidang lain. Jika memang Anda rasa bahwa apa yang Anda lakukan saat ini tidak sesuai dengan harapan, mungkin Anda bisa mencoba kesempatan dan pengalaman ditempat lain.

11. Dorongan dari keluarga

          Kadang kala, keluarga lah yang menginginkan Anda untuk keluar dari perusahaan yang sedang Anda naungi. Dengan alasan jauh dari keluarga, atau hasil yang didapat tidak sesuai dengan apa yang dilihat keluarga Anda atas kemampuan Anda. Biasanya keluarga akan mendesak Anda untuk keluar dari tempat kerja demi masa depan Anda yang lebih baik. Keluarga memang memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Kadang kala, mereka mampu melihat apa yang tidak kita lihat dalam diri kita sendiri.

12. Telah atau ingin memiliki usaha sampingan

          Barangkali selama ini Anda telah memiliki tabungan / investasi yang cukup untuk memulai usaha baru, atau Anda baru ingin membangun usaha tersebut. Dalam mulai berwirausaha memang dibutuhkan fokus agar bisnis yang Anda dirikan dapat berkembang dengan menemukan peluang-peluang baru atau menjaga manajemen usaha Anda dalam tingkat prima.

13. Adanya tawaran karir di tempat lain

          Beberapa staff ahli, seringkali mendapat tawaran menarik dari perusahaan lain yang membutuhkan keahliannya, bahkan tak jarang perusahaan tersebut menawarkan upah dua hingga tiga kali upah yang diterima saat itu. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda cermati, yaitu tentang masa depan perusahaan baru tersebut juga tentang karir Anda. Jangan sampai dengan tawaran yang cukup tinggi tersebut hanya dapat menyokong kehidupan Anda dalam waktu yang singkat.

14. Memiliki tabungan cukup untuk memulai hal baru

         Dengan hasil yang cukup memuaskan dalam pekerjaan Anda, Anda memutuskan untuk pensiun lebih awal dan menikmati kehidupan Anda dengan tabungan yang sudah Anda kumpulkan. Mungkin dengan begitu, mimpi-mimpi Anda yang tertunda dapat Anda wujudkan setelah Anda mengajukan resign.

15. Mengabdikan diri dalam aktifitas sosial

          Hati Anda tergerak melihat keadaan disekitar Anda yang membutuhkan bantuan Anda. Mungkin Anda adalah seorang pengajar atau tenaga medis yang sedang memandang belahan dunia lain dari apa yang biasa Anda temukan membuat Anda ingin mengabdikan diri pada masyarakat. Ini merupakan hal yang baik, namun Anda juga perlu memperhatikan diri Anda agar apa yang ingin Anda capai dapat terlaksana sesuai harapan Anda.

Selain 15 alasan karyawan mengundurkan diri dari tempat kerja tersebut diatas, tentunya masih bermacam-macam faktor pendukung lain yang sering dirasakan oleh para pekerja. Apakah Anda juga merasakan hal yang sama? Anda perlu membuat keputusan yang tepat.

Well done! you have successfully gained access to Decrypted Link.

Keuntungan dan Kelebihan Antara Investasi Saham Vs Properti

No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Gain


Capital Gain Saham didapat dari peningkatan nilai / harga saham tersebut di pasar saham. Nilai Capital Gain saham cukup beragam dan sulit diprediksi.

Ada beberapa saham yang nilainya tetap, ada pula yang mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen dalam waktu sangat singkat, atau tahunan.

Jika Anda cukup cermat, Anda bahkan bisa memperoleh keuntungan dari capital gain saham hingga ratusan persen dalam waktu beberapa bulan saja.

Capital Gain


Begitu pula dengan Rumah / Properti yang setiap tahunnya memiliki peningkatan harga jual.

Peningkatan harga jual properti diproyeksikan rata-rata antara 5% - 10% per tahun.

Pertumbuhan ini dirasa masih cukup minim jika dibandingkan dengan besarnya inflasi yang masih di angka 4% - 8%.

Pertumbuhan nilai Rumah memang tidak sebesar saham, namun Capital Gain properti lebih stabil dan tanpa resiko.

2

Dividen


Salah satu penghasilan pasif yang bisa diperoleh dari investasi saham adalah melalui pembagian keuntungan perusahaan sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang disebut sebagai Dividen.

Pembagian keuntungan ini disebut sebagai Dividen. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak selalu sama secara nilai ataupun persentasenya (Dividend Yield).

Dividen yang dibagikan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan ditentukan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham.

Kontrakan


Dengan berinvestasi Rumah / Properti, Anda pun bisa memiliki penghasilan pasif dengan cara menyewakan rumah yang Anda miliki tersebut.

Secara umum biaya sewa rumah memiliki perbandingan antara 4% - 5% dari harga rumah sebenarnya.

Tentunya sebelum mempercayakan rumah Anda kepada penyewa, Anda harus berhati-hati dan menelusuri latar belakang penyewa agar terhindar dari hal-hal yang tidak diharapkan.

3

Modal Ringan


Kelebihan ketiga dari investasi saham adalah harganya yang saat ini sudah sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan peraturan baru dari pemerintah yang menurunkan jumlah lembar saham minimum setiap lot dari 500 lembar/lot menjadi hanya 100 lembar/lot sungguh meringankan para investor pemula.

Sebagai contoh jika Anda ingin membeli saham PT Sri Rejeki Isman (SRIL) seharga Rp. 336,- (13/08/18) maka untuk membeli satu lot sahamnya Anda memerlukan modal hanya Rp. 33.600,-.

Dapat Direnovasi


Keuntungan lain dari investasi properti adalah Anda bisa meningkatkan harga jualnya secara lebih signifikan dengan cara merenovasi atau membuat tambahan bagian bangunan baru agar rumah Anda terlihat lebih baik dan lebih nyaman.

Beberapa developer memanfaatkan cara ini untuk memperoleh keuntungan lebih cepat dibanding mencari keuntungan dari capital gain.

Tetapi tentu saja untuk melakukan renovasi rumah diperlukan biaya tambahan yang dapat dibilang tidak murah.

Kekurangan dan Resiko Antara Investasi Saham Vs Investasi Properti
No

SAHAM

PROPERTI

1

Capital Loss


Berbalik dengan Capital Gain, Capital Loss merupakan kerugian yang timbul akibat harga saham yang menurun.

Sifat pasar saham yang fluktuatif memang dapat menjadi pedang bermata dua yang bisa menguntungkan juga dapat merugikan jika kita tidak memahami bagaimana memilih saham yang memiliki fundamental kuat.

Memilih saham dengan fundamental kuat sebenarnya bukan hal yang sulit namun memerlukan kesabaran untuk mencari data dan menganalisa.

Namun hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi Anda dikemudian hari.

Perbaikan Rumah


Seiring dengan berjalannya waktu, maka rumah Anda pun akan mengalami penurunan kualitas bahan bangunan meskipun hal ini akan terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Apalagi jika penyewa rumah Anda bukan orang yang peduli terhadap lingkungan dan kondisi rumah.

Bisa jadi Anda akan mengeluarkan biaya cukup besar untuk melakukan pengecatan ulang, menambal lubang-lubang pada tembok bekas paku, atau kebocoran yang mungkin terjadi akibat kecerobohan penyewa.
2

Tidak Terkendali


Meskipun sebagai pemilik saham Anda juga memiliki sebagian dari perusahaan tersebut, namun hal itu tidak serta merta menjadikan Anda sebagai direksi atau pengambil keputusan.

Untuk dapat menjadi bagian dari direksi perusahaan atau menjadi salah satu pengambil keputusan, Anda harus memiliki jumlah saham dominan pada perusahaan tersebut.

Selain dari keputusan direksi, ancaman pada perusahaan juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti kondisi perekonomian nasional & global, perilaku konsumen, maupun kondisi hubungan dengan perusahaan relasi lainnya.

Modal Besar


Harga properti seperti rumah, ruko, atau pun apartemen masih terbilang cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Ditambah dengan biaya administrasi seperti perijinan, biaya advokat, dll.

Hal itu berarti jika Anda ingin berinvestasi pada properti, Anda harus merogoh kocek cukup dalam dan cukup yakin dengan potensi bangunan tersebut dimasa mendatang.

Kondisi ini sering menjadi penghambat terbesar yang ditemui pemula yang ingin memulai berinvestasi pada properti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel